| The Power of NOW oleh Eckhart Tolle Saya menemukan sebuah buku yang sangat mengagumkan, yang membuat saya tidak mau melepaskan sesaatpun membacanya hingga halaman terakhir. Buku ini menggambarkan sebuah frame pikiran bukanlah diri kita. Karena ketika tubuh kita secara medis meninggal, maka pikiran kita juga ikut tiada. Ada sesuatu di luar pikiran yang seharusnya dapat ‘mengendalikan’ pikiran. Masalahnya, kita seringkali tidak menyadari hal ini, dan cenderung menganggap pikiran adalah kita. Sehingga apapun identitas yang diberikan oleh orang lain maupun pikiran kita, itulah kita. Dengan menyadari hal ini, kita kemdian dibawa kepada apakah masa lalu dan masa depan itu? Sesuatu yang real-kah ? Atau sama sekali tidak real? Karena sesuai judulnya, buku ini menawarkan alternatif memfokuskan diri pada saat sekarang, sebagai satu-satunya hal yang real. Dengan melakukan fokus pada saat sekarang, kita akan bisa lebih efektif dan efisien dalam menghadapi apapun. Kenapa? Karena dengan menyadari saat sekarang, ita membendung pikiran kita memikirkan masa lalu dan masa depan yang tidak real, yang akan menganggu proses kita menikmati masa sekarang. Buku ini agak sedikit berat untuk dibaca, namun dengan sedikit memaksakan diri, anda akan menemukan pencerahan yang indah. Buku ini masuk dalam Oprah Books Club, dan sempat diulas oleh Oprah Winfrey. Bukan karena itu saya ingin ikut-ikutan mengulasnya, tapi karena buku ini memang menarik untuk dibaca dan mungkin membuat anda takjub jika anda membuka pikiran anda untuk menerima hal-hal baru. Sales kaya, sales miskin oleh Tirta Setiawan Saya mengenal Tirta karena membeli rumah pertama saya darinya, sewaktu Tirta ‘baru’ memiliki 2 cabang broker property ETIKA di Gading Serpong. Tirta melayani saya langsung, dan memang terasa betapa nyaman saya bertransaksi dengannya. Bukan karena saya mengenal Tirta maka saya merekomendasikan buku ini untuk anda baca, tapi karena buku inimampu ‘mengingatkan’ kita bahwa seorang sales memang selayaknya menjadi kaya. Jika kita masih pada tahap ‘miskin’, maka tinggal mengikuti langkah demi langkah yang telah dilakoni Tirta, maka tahap ‘kaya’ akan anda raih. Biasanya kita dihadapkan pada buku kisah sukses dari luar negeri. Dan seringkali kita kemudian mengatakan, “Ah, lingkungannya berbeda.” Dengan membaca buku ini, minimal anda tidak berani lagi berkata demikian. Tirta mengisahkan perjalanan hidupnya dari ‘sales miskin’, menjual jasa percetakan tanpa punya percetakan hanya dengan self confidence yang tinggi. Dia mengatakan bahwa dia mampu mencetak lebih bagus, lebih cepat dan lebih murah, meskipun tanpa memiliki percetakan. Order pertamanya mengalami kerugian finansial karena jumlah pesanan tidak banyak dan harus diantar ke Tangerang pula. Tirta kemudian mengalami ‘pencerahan’ di bisnis properti yang mampu memberikan komisi 2 sampai 3 %, sehingga dia kemudian berpikir, jika mampu menjual 40 rumah, maka untungnya sudah sebuah rumah. Buku ini kemudian memberikan anda langkah-langkah dan pegangan hidup yang dia yakini, yang saya yakin akan bermanfaat buat anda. Buku yang menarik. sinopsis berikutnya |


