copy rights PT Access One Indonesia, 2013
Catatan Editor
Komentar Senior dan Sahabat
Parwati Surjaudaja
Presiden Direktur OCBC NISP
Putu selalu kreatif dalam pemikiran maupun tindakan tapi
selalu penuh ketulusan dan integritas, termasuk dalam
tulisannya "kecap no 2". Dalam hal cara menjual yang
biasanya harus selalu diajarkan harus bombastis, Putu
memberikan alternatif yang lebih pragmatis dan mestinya
efektif. Dunia terus berubah, dengan adanya krisis global saat
ini membuat kita lebih membumi lagi, sehingga approach
yang seperti disampaikan Putu bisa menjadi terobosan baru,
sederhana tapi mengena.
Mariko Asmara Yoshihara
CEO & Owner JAC Indonesia
Saya sangat setuju dengan pendapat penulis yang profesi
mereka, padahal kita semua tahu bahwa sales itu sukses, kita
harus menjadi seorang sales yang profesional di lingkungan
internal maupun external.
Seperti yang dipaparkan oleh sang penulis, salesman yang
baik adalah salesperson yang MAU mengerti dan
me-response tepat waktu kebutuhan prospek/calon
pelanggan. Bila semua tindakan dilakukan dengan
persistance, sincere dengan diiringi pengetahuan akan
SWOT dari produknya, maka saya yakin salesman tersebut
bisa berhasil.
Namun disayangkan masih sedikit salesperson yang memiliki
sikap ini, umumnya mereka bekerja untuk target, komisi dan
bonus, sehingga menutup seluruh panca inderanya untuk
menangkap sinyal dari para calon pelanggan.
Namun saya yakin, bila kita bisa menjalankan advis penulis
mengenai cara menjual ala Timur sebanyak 6 butir itu, hasil
yang didapatkan pasti jauh lebih terasa. Human being itu
harusnya sangat simple dan mudah ditebak, untuk itu kita
perlu mengasah ilmu kemanusiaan diri kita dengan lebih
baik (menjadi manusia yang tidak acuh, tidak peka, kuper,
dan lain-lain ) .

Erbe Sentanu
Penulis Quantum Ikhlas & Zona Ikhlas
Bila saya harus menulis buku tentang sales dan marketing
maka buku Kecap no 2 inilah yang akan saya tulis. Buku yang
ringkas dan padat ini menjelaskan bahwa kiat sukses seorang
sales dan marketing adalah integritas sikap kerja yang inline
diantara hati dan pikiran.
Buku Kecap no 2 ini sederhana dan lugas untuk dicerna oleh
mereka yang berprofesi dibidang penjualan yang setiap hari
bergelut dengan produknya untuk diperkenalkan secara tepat
kepada customer/clientmya. Mereka yang
disamping harus mengenal produk yang dijual juga harus
mengenal dirinya sendiri terlebih dahulu karena selalu
berurusan dengan mahluk sosial lainnya.
Dalam buku Quantum Ikhlas saya menuliskan bahwa kita
adalah mahluk spiritual yang harus menyadari perannya
termasuk tugas dan kewajibannya. Kesadaran sebagai
seorang penjual yang bertugas menjual yang biasanya
sulit dijelaskan berhasil dikupas dengan tuntas dalam buku
ini. Buku ini akan menuntun Anda mengaplikasikan rahasia
menjadi seorang penjual yang profesional. Dengan ikhlas
dan sengaja.

Dwi Sutarjantono
Esquire Magazine
Dunia sales adalah dunia untung rugi. Setahu saya, yang
terjadi kemudian adalah upaya pemaksaan dari sales person
kepada kita para konsumen dengan segala cara yang
sebenarnya makin merugikan sales person itu sendiri karena
kita justru makin tak simpatik dan makin menolak. Membaca
buku ini membuat saya sebagai konsumen seakan dibuai
dan dijanjikan akan berhadapan dengan para sales person
yang jauh dari kesan pembujuk atau pemaksa. Akan hadir
para sales person yang penuh nurani yang benar-benar bisa
mengerti kebutuhan kita, para konsumen; sales person yang
akan benar-benar membantu memberikan apa yang kita
perlu dengan ketulusan hati yang luar biasa.
buku ini tak lantas membuat kening kita berkerut. Kita seperti
membaca esai-esai para motivator yang dengan jernih
bercerita berbagai pengalaman pribadinya yang sangat
reflektif. Inilah yang membedakannya dengan buku-buku
teori dagang yang pasti akan saya letakkan di urutan ke
sekian saat harus memilih bacaan. Sebagai sebuah buku
yang menulis 'tema berat' seperti ekonomi, Judul Kecap No.
2 adalah bukti keliaran imajinasi penulis yang sekaligus
menunjukkan ketajaman berpikir dan analisanya.
Dengan gaya penulisan bertutur, penulis berusaha
menebarkan obsesinya bahwa hakikat yang paling mendasar
dalam hubungan seorang sales person, sebuah pesan
disampaikan penulis dengan halus bahwa ada 'energi
memberi' saat Anda menjual. Semakin banyak Anda
'memberi' maka semakin banyak yang Anda 'terima'. Dunia
sales tak melulu untung rugi, tapi memberi dan menerima.
Setelah membaca buku Ketjap Nomor Doea--yang dikemas
begitu interaktif seolah-olah kita/pembaca merupakan bagian
dari pelaku--Anda akan tersentak, bahwa Anda belum
membangun kekuatan posisi, kekuatan kepribadian, kekuatan
hubungan/komunikasi, dan kekuatan ilmu pengetahuan serta
kekuatan budaya. Setiap orang tentu ingin perubahan untuk
mencapai hasil/target yang maksimal/optimal. Buku ini akan
membantu Anda cara membangun kekuatan-kekuatan yang Anda
butuhkan yang akan Anda gunakan untuk mencapai target yang
Anda rencanakan.
Rayendra L.
Toruan*
Editor buku
Ketjap Nomor
Doea
Apa kata media ?
Esquire :
kalau saja buku ini menjadi bacaan wajib para petugas sales, tentu tidak
aka lagi... selengkapnya
Tempo :
harus diakui selama ini dunia sales kita masih dikuasai oleh lieratur barat,
hanya mengajarkan dan memberi... selengkapnya