Catatan Editor
Komentar Senior dan Sahabat
Parwati Surjaudaja
Presiden Direktur OCBC NISP
Putu selalu kreatif dalam pemikiran maupun tindakan tapi selalu
penuh ketulusan dan integritas,  termasuk dalam tulisannya
"kecap no 2".  Dalam hal cara menjual yang biasanya harus selalu
diajarkan harus bombastis, Putu memberikan alternatif yang lebih
pragmatis dan mestinya efektif.  Dunia terus berubah, dengan
adanya krisis global saat ini membuat kita lebih membumi lagi,
sehingga approach yang seperti disampaikan Putu bisa menjadi
terobosan baru, sederhana tapi mengena.
Mariko Asmara Yoshihara
CEO & Owner JAC Indonesia
Saya sangat setuju dengan pendapat penulis yang profesi
mereka, padahal kita semua tahu bahwa sales itu sukses, kita
harus menjadi seorang sales yang profesional di lingkungan
internal maupun external.  

Seperti yang dipaparkan oleh sang penulis, salesman yang baik
adalah salesperson yang MAU mengerti dan me-response tepat
waktu kebutuhan prospek/calon pelanggan. Bila semua tindakan
dilakukan dengan persistance, sincere dengan diiringi
pengetahuan akan SWOT dari produknya, maka saya yakin
salesman tersebut bisa berhasil.

Namun disayangkan masih sedikit salesperson yang memiliki
sikap ini, umumnya mereka bekerja untuk target, komisi dan
bonus, sehingga menutup seluruh panca inderanya untuk
menangkap sinyal dari para calon pelanggan.

Namun saya yakin, bila kita bisa menjalankan advis penulis
mengenai cara menjual ala Timur sebanyak 6 butir itu, hasil yang
didapatkan pasti jauh lebih terasa. Human being itu harusnya
sangat simple dan mudah ditebak, untuk itu kita  perlu mengasah
ilmu kemanusiaan diri kita dengan lebih baik (menjadi manusia
yang  tidak acuh, tidak peka, kuper, dan lain-lain ) .    
Erbe Sentanu
Penulis Quantum Ikhlas & Zona Ikhlas
Bila saya harus menulis buku tentang sales dan marketing maka buku Kecap no 2 inilah yang akan saya
tulis. Buku yang ringkas dan padat ini menjelaskan bahwa kiat sukses seorang sales dan marketing
adalah integritas sikap kerja yang inline diantara hati dan pikiran.

Buku Kecap no 2 ini sederhana dan lugas untuk dicerna oleh mereka yang berprofesi dibidang penjualan
yang setiap hari bergelut dengan produknya untuk diperkenalkan secara tepat kepada
customer/clientmya. Mereka yang
disamping harus mengenal produk yang dijual juga harus mengenal dirinya sendiri terlebih dahulu
karena selalu berurusan dengan mahluk sosial lainnya.

Dalam buku Quantum Ikhlas saya menuliskan bahwa kita adalah mahluk spiritual yang harus menyadari
perannya termasuk tugas dan kewajibannya. Kesadaran sebagai seorang penjual yang bertugas menjual
yang biasanya
sulit dijelaskan berhasil dikupas dengan tuntas dalam buku ini. Buku ini akan menuntun Anda
mengaplikasikan rahasia menjadi seorang penjual yang profesional. Dengan ikhlas dan sengaja.
Dwi Sutarjantono
Esquire Magazine
Dunia sales adalah dunia untung rugi. Setahu saya, yang terjadi kemudian adalah upaya pemaksaan dari
sales person kepada kita para konsumen dengan segala cara yang sebenarnya makin merugikan sales
person itu sendiri karena kita justru makin tak simpatik dan makin menolak. Membaca buku ini membuat
saya sebagai konsumen seakan dibuai dan dijanjikan akan berhadapan dengan para sales person yang
jauh dari kesan pembujuk atau pemaksa. Akan hadir para sales person yang penuh nurani yang
benar-benar bisa mengerti kebutuhan kita, para konsumen; sales person yang akan benar-benar membantu
memberikan apa yang kita perlu dengan ketulusan hati yang luar biasa.

buku ini tak lantas membuat kening kita berkerut. Kita seperti membaca esai-esai para motivator yang
dengan jernih bercerita berbagai pengalaman pribadinya yang sangat reflektif. Inilah yang membedakannya
dengan buku-buku teori dagang yang pasti akan saya letakkan di urutan ke sekian saat harus memilih
bacaan. Sebagai sebuah buku yang menulis  'tema berat' seperti ekonomi, Judul Kecap No. 2 adalah bukti
keliaran imajinasi penulis yang sekaligus menunjukkan ketajaman berpikir dan analisanya.  

Dengan gaya penulisan bertutur, penulis berusaha menebarkan obsesinya bahwa hakikat yang paling
mendasar dalam hubungan seorang sales person, sebuah pesan disampaikan penulis dengan halus
bahwa ada 'energi memberi' saat Anda menjual. Semakin banyak Anda 'memberi' maka semakin banyak
yang Anda 'terima'. Dunia sales tak melulu untung rugi, tapi memberi dan menerima.
Setelah membaca buku Ketjap Nomor Doea--yang dikemas begitu interaktif seolah-olah kita/pembaca
merupakan bagian dari pelaku--Anda akan tersentak, bahwa Anda belum membangun kekuatan posisi,
kekuatan kepribadian, kekuatan hubungan/komunikasi, dan kekuatan ilmu pengetahuan serta kekuatan
budaya. Setiap orang tentu ingin perubahan untuk mencapai hasil/target yang maksimal/optimal. Buku ini
akan membantu Anda cara membangun kekuatan-kekuatan yang Anda butuhkan yang akan Anda gunakan
untuk mencapai target yang Anda rencanakan.

* Bagi Anda yang ingin mengoptimalkan teknik menulis buku yang layak terbit dan laku dijual, silakan
hubungi:
rltoruan@gramediapublishers.com atau rltoruan@gmail.com
atau kunjungi: http://www.elexmedia.co.id
Rayendra L. Toruan*
Editor buku Ketjap Nomor Doea
Apa kata media ?

Esquire :
kalau saja buku ini menjadi bacaan wajib para petugas sales, tentu tidak aka lagi... selengkapnya

Tempo :
harus diakui selama ini dunia sales kita masih dikuasai oleh lieratur barat, hanya mengajarkan dan
memberi...
selengkapnya
copyrights 2017 Access One Indonesia
created by Lelo Digitals
Ketjap Nomor Doea edisi revisi
(Manajemen)
Stigma masyarakat menganggap sales adalah pekerjaan yang
penuh dengan trik dan proses pembujukan, dan cenderung
pemaksaan. Pokoknya transaksi untung rugi. Misalnya seseorang
yang bekerja di industri head hunter mau pun online recruitment
services memiliki ketimpangan yang cukup serius dalam hal
demand and supply, banyak posisi sales yang tidak bisa diisi
karena minimnya kandidat.

Menjual identik dengan membujuk (bahasa yang sudah
diperhalus, sebelumnya saya berpikir menuliskan memaksa)
orang lain agar membeli produk kita, dengan segala upaya dan
cara. Perlu proses yang panjang bagi penulis untuk mulai melihat
proses menjual dengan berbeda.

Baca Selanjutnya.....