Gathuk....awalnya saya tidak mengerti arti kata itu. Setelah
membacanya, saya sangat menikmati tulisan I Putu saya
sangat menikmati tulisan I Putu Suryanegara. Suatu bacaan dari
pengalaman hidup sehari-hari yang dituliskan dengan
bahasanya sendiri secara sederhana namun mengena. Amat
sesuai dengan ciri si penulis.
Membaca Gathuk, mengingatkan saya akan pertemanan saya
dan Putu juga karena faktor kebetulan.

Anak dengan Sindroma Down adalah anak yang memiliki
kelainan kromosom yang berdampak pada keterlambatan
pertumbuhan fisik dan mentalnya. Masih banyak persepsi di
masyarakat bahwa hal ini adalah karena faktor keturunan
ataupun dosa. Hal tersebut tidaklah benar. Anak dengan
Sindroma Down membutuhkan kasih sayang, pendidikan dan
interaksi sosial dengan lingkungannya demi proses tumbuh
kembang. Berangkat dari hal itulah kami bersama sepakat
untuk selalu mensosialisasikan dan memberikan informasi
yang benar tentang Sindroma Down. Faktor kebetulan itulah
yang membawa kami untuk bekerja sama mencari dana guna
berlangsungnya kegiatan berkesinambungan dan juga
mensosialisasikan Sindroma Down khususnya setiap tanggal
21 Maret yang dirayakan sebagai Hari Sindroma Down se-Dunia
(HSDD).

Faktor kebetulan yang berujung pada proyek Gathuk kini
menjadi kenyataan dan semoga selalu bermanfaat untuk orang
yang membutuhkan. Kami mengucapkan terima kasih pada
Anda yang telah bersedia memesan akan sangat bermanfaat
untuk membantu kami menjalankan misi mencerahkan dunia
anak dengan Sindroma Down di Indonesia dan membimbing
anak-anak kami maupun para orang tua yang baru saja dititipi
anak istimewa.

Noni Fadhilah
Founder & Ketua Umum Yayasan POTADS
Noni dan buah hati spesialnya - Zeina Nabila
copyrights 2018 Access One Indonesia
created by Lelo Digitals
"...., anak muda
banyak yang
menonton tapi malu
kalau ikut kelompok
campursari."

Supranyana
"Riset belakangan ini
membuka banyak hal
yang semula tidak
dimengerti secara logika
dan dianggap sebagai
faktor kebetulan, atau
nasib."

Prof. Dr. Ir. Meggy
Tenawidjaja Suhartono
"...., bagaimana kita
yakin dalam hati,
permintaan kita dari
hati, akan diberi
jawaban."

Achmad Mikami
Sumawijaya
"...., tembok itu demikian
kokoh karena kita sangat
terbiasa menggunakan
panca indera, dan jarang
memfungsikan mata batin
kita."

Angga Sulistiono
"Ah, ngapain harus
dipikirkan, dijalani saja
lah. Kalau dipikirin
malah stress."

Eny Wikarsa
"...., tidak pernah
terpikirkan juga, saya
hanya menekuini apa
saja yang saya kerjakan."

Nidhomul Manzil